Semalam untuk pertama kalinya kami bertengkar
dan ia melontarkan kata-kata menyakitkan.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya
karena hari ini ia mengirim aku bunga.

Aku mendapat bunga hari ini.
Ini bukan ulangtahun perkawinan kami atau hari istimewa kami.
Semalam ia menghempaskan aku ke dinding dan mulai mencekikku
Aku bangun dengan memar dan rasa sakit sekujur tubuhku.
Aku tahu ia menyesali perbuatannya
karena ia mengirim bunga padaku hari ini.

Aku mendapat bunga hari ini,
padahal hari ini bukanlah hari Ibu atau hari istimewa lain.
Semalam ia memukuli aku lagi, lebih keras dibanding waktu-waktu yang lalu.
Aku takut padanya tetapi aku takut meningggalkannya.
Aku tidak punya uang.
Lalu bagaimana aku bisa menghidupi anak-anakku?
Namun, aku tahu ia menyesali perbuatannya semalam,
karena hari ini ia kembali mengirimi aku bunga.

Ada bunga untukku hari ini.
Hari ini adalah hari istimewa : inilah hari pemakamanku.
Ia menganiayaku sampai mati tadi malam.
Kalau saja aku punya cukup keberanian dan kekuatan untuk meninggalkannya,
aku tidak akan mendapat bunga lagi hari ini…

Puisi ini adalah puisi yg dibuat oleh seorang perempuan untuk para perempuan. Diposting oleh seorang perempuan di http://simplychi.wordpress. com/2008/ 04/28/untuk- wanita/
Dan di copy paste (oleh saya) perempuan juga untuk disebarkan ke para perempuan lain

PS :
Tolong di forward ke perempuan dibelahan dunia manapun.
Kadang Perempuan terlalu lemah dan menerima saja untuk disakiti.

Posted by Lea, filed under The Scar. Date: June 20, 2008, 5:49 pm | 1 Comment »

18  Jun
Please Tuhan …

Entah mengapa, ingatan tentangnya mulai menaiki tahta lagi??? Apakah karena luka itu terlalu dalam? Dosa yang tak termaafkan? Hinaan yang terlanjur membekas? Atau apa?

Tuhan, please …

Hilangkan ingatan tentang ini dari memori ku. Hanya itu …

Posted by Lea, filed under The Scar. Date: June 18, 2008, 5:49 pm | No Comments »

Yesterday, for a long long time ago, I believe the excistance of “second chance”. I really do believe on it. Until one day …

Just couple months ago, there’s someone who asked for his second chance to me. He was begging and crying on his bended knees. Even though, his mistakes was devestated and make my heart fall to pieces, in the end I gave him what his heart desire. I forgave him and gave him his second chance. That was THE MOST STUPID decision i’ve ever made in my whole life …

Today, if you’re asking me a question, “Do you believe of a second chance?” Don’t be so shocked, if I say … “HELL NO!!!”

Posted by Lea, filed under The Scar. Date: May 30, 2008, 5:50 pm | 1 Comment »